Beranda Kabupaten Gunungkidul Tidak Lagi Rekrut Guru Honorer

Gunungkidul Tidak Lagi Rekrut Guru Honorer

164
0
Rencana memberdayakan pensiunan guru untuk mengatasi kekurangan tenaga pengajar belum tentu bisa dilaksanakan karena para pensiunan mungkin kurang tertarik untuk kembali mengajar. Sebuah ilustrasi guru saat mengikuti upacara. (foto: G. Susatyo)

SahabatGuru – Kabupaten Gunungkidul tidak akan merekrut guru honorer. Ini untuk menindaklanjuti instruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy yang meminta agar kepala sekolah tidak merekrut tenaga pengajar honorer.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul, Bahron Rosyid menyampaikan instruksi tersebut memang bersifat lisan. Meski belum tertulis, namun Disdikpora tetap akan menjalankan instruksi tersebut. Selain itu pihaknya juga tetap melakukan pemetaan dan pendataan guru dan pegawai honorer di Kabupaten Gunungkidul.

“Belum ada instruksi secara tertulis. Tetapi kami siap mendukungnya. Ini hal yang bagus untuk menuntaskan permasalahan guru honorer,” kata Bahron.

Guru tidak tetap atau disebut honorer memang menjadi dilema bagi pendidikan Indonesia. Banyak sekolah yang mengalami kekurangan guru. Karena tidak ada penerimaan guru, sekolah berinisiatif mengangkat guru untuk mengatasi kekurangan tenaga pengajar.

Baca Juga :   Penuhi Kebutuhan Pasar, Kudus Kembangkan 12 Sekolah Vokasi

Kasus kekurangan guru tidak hanya terjadi di pelosok, tetapi juga sekolah-sekolah di kota. Namun kekurangan itu diharapkan terisi lewat penerimaan CPNS 2018.

Selain itu, pemerintah memberi kesempatan kepada tenaga pengajar yang tidak lolos CPNS untuk mengikuti program Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang akan dibuka pada Februari 2019.

Menurut dia pihaknya sudah menginstruksikan kepada sekolah-sekolah untuk melakukan pengoptimalan guru dan pegawai honorer yang saat ini sudah ada. Pengoptimalan sendiri sangat penting untuk mencegah masalah kesejahteraan tenaga pengajar yang kerap dikeluhkan guru dan tenaga honorer. Dengan adanya optimalisasi serta efektivitas ini, maka honor atau insentif mereka dapat terpenuhi.

“Kepala Sekolah memang telah memahami dan tidak melakukan pengangkatan guru atau pegawai tidak tetap. Biar semua optimal dan ada perhatian terhadap honor guru tidak tetap apegawai tidak tetap. Dengan demikian tidak ada permasalahan seperti tunggakan kewajiban dan tuntutan lainnya,” ujarnya.

Baca Juga :   Semua Guru Madrasah Dapat Tambahan Insentif, Ini Penjelasan Bupati Serang

Berdasarkan data yang ada di Disdikpora, terdapat 722 guru tidak tetap di Sekolah Dasar. Sedangkan pegawai tidak tetap di lingkup sekolah dan guru tidak tetap di SMP mencapai 1.200 orang.

Saat ini, Dinas tengah melakukan pendataan dan koordinasi dengan Badan Pendidikan dan Pelatihan Kepegawaian Pemerintah Daerah. Ini dilakukan untuk menentukan kebijakan dan pemetaan, di mana saja sekolah yang masih membutuhkan tenaga guru dan pegawai.

Komentar