Beranda Berita Stop Angkat Guru Honorer, Berdayakan Pensiunan

Stop Angkat Guru Honorer, Berdayakan Pensiunan

72
0
Sekolah diminta tak lagi mengangkat guru honorer. Untuk mengatasi kekurangan guru, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta sekolah memberdayakan pensiunan guru. (foto: detik.com)

SahabatGuru – Pengangkatan guru tidak tetap atau honorer dianggap sebagai solusi mengatasi kekurangan tenaga pengajar di sekolah. Namun pengangkatan guru honorer sudah tidak diizinkan lagi. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meminta para kepala sekolah tidak lagi mengangkat guru honorer baru untuk mengajar.

Hal itu tidak hanya disampaikan oleh Mendikbud tetapi juga Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men PAN-RB) Syafruddin. Menurut Mendikbud persoalan guru honorer tidak akan pernah selesai bila sekolah mengangkat guru baru. Pasalnya mereka akhirnya berharap suatu saat nanti akan diangkat menjadi PNS.

Mendikbud menyarankan bila hendak mengatasi kekurangan guru, kepala sekolah sebaiknya mengangkat kembali tenaga pengajar yang sudah pensiun. Mereka tetap bisa diberdayakan selama beberapa tahun lagi sampai akhirnya pemerintah mengangkat guru PNS. Ini untuk mengatasi polemik guru honorer.

Baca Juga :   Presiden Jokowi Ingatkan Penerima PKH Agar Nomorsatukan Pendidikan Anak

“Saya minta kepala sekolah tidak mengangkat lagi tenaga honorer. Lebih baik guru yang pensiun diperpanjang masa baktinya. Mereka bisa ditarik lagi sampai ada guru pengganti yang diangkat oleh pemerintah,” kata Muhadjir, di Semarang, akhir pekan lalu.

Ditambahkannya, “Kalau diangkat kepala sekolah nanti persoalan tidak selesai. Cukup yang pensiun. Mereka masih bisa mengabdi beberapa tahun lagi karena rata-rata usia pensiun 60 tahun. Sedangkan gaji atau honor mereka bisa diambilkan dari BOS,” ujar Muhadjir.

Honor pensiunan guru, menurut Mendikbud, tentu tidak memberatkan sekolah karena tidak seperti saat guru tersebut masih menjadi PNS. Apalagi, mereka juga sudah mendapat pensiunan.

Meski demikian, Muhadjir tidak mengabaikan keberadaan guru honorer yang sudah diangkat sekolah. Apalagi banyak di antara mereka yang sudah mengabdi sebagai tenaga mengajar selama 10 tahun.

Baca Juga :   Segera, Dirumuskannya Kebudayaan Indonesia

Menurut Mendikbud perlu dicari solusi bersama terkait keberadaan guru honorer. Salah satunya adalah menyiapkan skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Para honorer bisa menjadi guru dengan status P3K. Skema itu dibuat bagi tenaga honorer yang gagal lolos CPNS atau tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan sehingga tidak bisa mendaftar di CPNS.

“Rencananya Februari atau Maret sudah dibuka pendaftarannya (untuk P3K),” ujar Mendikbud.

Melalui penerimaan P3K, memungkinkan masyarakat menjadi aparatur sipil negara (ASN) meskipun bukan melalui proses perekrutan CPNS.

Komentar