Beranda Berita Dioptimalkan, Penggunaan Anggaran Fungsi Pendidikan

Dioptimalkan, Penggunaan Anggaran Fungsi Pendidikan

153
0
Mendikbud Muhadjir Effendy mengatakan pada tahun 2019 akan mempertajam penggunaan anggaran fungsi pendidikan agar lebih optimal. (foto: Kemdikbud.go.id)

SahabatGuru – Upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia terus dilakukan secara terarah dan sistematis. Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa strategi pembangunan telah bergeser dari pembangunan infrastruktur fisik menjadi pembangunan manusia.

Hal ini tercermin pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2019 yang bertujuan mendorong investasi dan daya saing melalui pembangunan sumber daya manusia. Di APBN tahun 2019, Presiden Jokowi mengalokasikan anggaran untuk sektor pendidikan sebesar Rp492,55 triliun. Anggaran yang dialokasikan mengalami kenaikan 10,9 persen dibandingkan tahun 2018 yang sebesar Rp444,1 triliun.

Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, sebagai urusan yang kewenangannya dibagi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, maka beberapa langkah strategis di bidang pendidikan akan segera dijalankan Kemendikbud pada tahun 2019.

Baca Juga :   Sebanyak 1800 Tentara Akan Jadi Guru di Daerah 3T

“Kita akan mempertajam penggunaan anggaran fungsi pendidikan agar lebih optimal. Karena itu, kita akan melakukan sinkronisasi dalam pemanfaatan anggaran agar lebih tepat sasaran,” disampaikan Mendikbud dalam taklimat media akhir tahun di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jakarta, Kamis (27/12).

Kemendikbud akan menggandeng kementerian dan lembaga-lembaga terkait untuk mengawal distribusi dan penggunaan Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK). Dijelaskan Muhadjir, dalam APBN 2019, jumlah alokasi anggaran fungsi pendidikan yang ditransfer ke kas daerah mencapai sekitar 62,6 persen (308 triliun rupiah lebih) dari total 492,55 triliun rupiah. Untuk itu diperlukan mekanisme pelaksanaan dan pengawasan yang baik agar penggunaan anggaran fungsi pendidikan dapat lebih dapat dirasakan dampaknya.

Baca Juga :   Nomor Induk Siswa Dihapus, Kini Pakai Nomor Induk Kependudukan

Langkah berikutnya adalah optimalisasi penggunaan anggaran sebesar 7,3 persen dari total 20 persen anggaran fungsi pendidikan di Kemendikbud. Ini diharapkan bisa memacu percepatan perbaikan pendidikan di daerah. Kemendikbud juga akan melakukan sinkronisasi penggunaan anggaran fungsi pendidikan, baik yang berada di pusat maupun daerah.

“Agar tidak terjadi tumpang tindih penggunaan anggaran baik di APBD (anggaran pendapatan dan belanja daerah), berupa DAU, dan DAK, maupun APBN yang ada di Kemendikbud. Dengan demikian bisa semaksimal mungkin menangani permasalahan pendidikan di daerah,” ujar Mendikbud seperti dikutip kemdikbud.go.id.

Melalui proses pembahasan bersama pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan, Kemendikbud telah menyiapkan 2.580 zona pendidikan menengah. Mendikbud menyampaikan zonasi pendidikan merupakan strategi jangka panjang untuk menata sistem persekolahan.

Baca Juga :   Miris, Guru SMK di Serui-Papua Belum Terima Tunjangan 2018

“Yang penting kita sempurnakan dari waktu ke waktu. Yang kurang kita perbaiki, yang sudah baik kita tingkatkan. Tetapi intinya semua solusi masalah pendidikan dalam kaitannya kebijakan di tingkat pusat nanti akan berbasis zonasi,” kata Muhadjir.

Facebook Comments

Komentar