Beranda Berita Menteri KLH: Sekolah Sangat Peduli Lingkungan Hidup

Menteri KLH: Sekolah Sangat Peduli Lingkungan Hidup

109
0
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengapresiasi sekolah yang peduli pada perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Sekolah yang peduli pada perlindungan mendapat penghargaan Adiwiyata Mandiri dan Nasional. (foto: Detik.com)

SahabatGuru – Sekolah kian peduli dengan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Kepedulian tersebut diperlihatkan dengan mengajarkan siswa untuk menjaga dan melestarikan lingkungan hidup.

Mengajarkan siswa agar tidak membuang sampah sembarangan setidaknya membuat mereka peduli pada lingkungannya. Tak sedikit pula sekolah yang mencanangkan konsep Go Green. Sekolah giat menanam tanaman dan pepohonan yang menjadikan tempat anak-anak belajar kian asri dan tidak panas.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pun mengapresiasi sekolah yang peduli terhadap perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata kelola sekolah yang baik untuk mendukung pembanguan berkelanjutan. Apresisasi tersebut diberikan dalam penyerahan penghargaan Adiwiyata Mandiri dan Nasional 2018.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan, program itu merupakan aksi pendidikan lingkungan hidup. Pendididikan lingkungan hidup merupakan suatu proses, untuk membangun populasi manusia di dunia yang sadar dan peduli terhadap lingkungan.

Baca Juga :   Agar Kompeten, 60 Siswa SMK Aceh Ikut Program Magang Kerja di Medan

Program ini untuk menciptakan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan. Ada 875 sekolah yang terdiri atas 784 sekolah negeri dan 91 sekolah swasta di 273 kota/kabupaten di 32 provinsi yang diusulkan oleh Dinas Lingkungan Hidup untuk mendapatkan penghargaan Adiwiyata Nasional. Menurut Kepala Pusat Pelatihan Masyarakat dan Pengembangan Generasi Lingkungan, Cicilia Sulastri dari sekolah yang diusulkan, ada 279 sekolah yang memenuhi kriteria dan berhasil mendapatkan penghargaan Adiwiyata Nasional.

Sedangkan dalam pemberian penghargaan Adiwiyata Mandiri, ada 314 sekolah yang terdiri atas 290 sekolah negeri dan 24 sekolah swasta dari 134 kota/kabupaten di 27 provinsi yang diusulkan menerima penghargaan.  Dari jumlah itu ada 117 yang mendapat predikat sekolah Adiwiyata Mandiri.

Baca Juga :   Tingkat Kesulitan Soal UN Tahun Ini Tidak Berubah

Dengan demikian, sejak penyelenggaran Penghargaan Adiwiyata Nasional dan Mandiri pada 2006, sudah ada 3871 sekolah yang meraih penghargaan adiwiyata. Tercatat 727 sekolah Adiwiyata Mandiri dan 3144 sekolah Adiwiyata Nasional.

“Saya senang sekarang sudah ada 3871 sekolah yang mendapat predikat sekolah Adiwiyata Mandiri dan Nasional. Artinya ada puluhan ribu atau ratusan ribu orang yang terlibat dalam upaya perlindungan pengelolaan lingkungan. Baik guru murid maupun warga sekolah lain dan masyarakat di sekitar,” kata Siti Nurbaya.

Siti menuturkan program Adiwiyata harus terus dikembangkan agar mampu mewujudkan atau menghadirkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Program Adiwiyata mencakup penilaian kebijakan sekolah, kurikulum, kegiatan lingkungan berbasis partisipatif dan pengelolaan sarana pendukung ramah lingkungan di sekolah.

Baca Juga :   Diskusi Guru dan Industri 4.0, Dirjen GTK : Pelatihan Guru Berbasis Zonasi

Adiwiyata menekankan pada prinsip edukatif, partisipatif, berkelanjutan. Artinya mengedepankan nilai-nilai pendidikan dan pembangunan karakter peserta didik agar mencintai lingkungan hidup.

“Komunitas sekolah terlibat dalam proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi sesuai tanggung jawab dan pelaksanaan rencana. Aksi lingkungan sekolah harus terencana, dievaluasi dan ditindaklanjuti berkesinambungan untuk mencapai tujuan mewujudkan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan,” ujar Menteri KLH.

Terdapat empat komponen dalam program itu yakni kebijakan sekolah, kurikulum, kegiatan lingkungan berbasis partisipatif dan pengelolaan sarana pendukung ramah lingkungan.

Menteri berharap seluruh sekolah yang meraih penghargaan untuk lebih meningkatkan kontribusi nyata dan terukur dalam peningkatan kualitas lingkungan hidup sekolah, lingkungan sekitar dan kabupaten/kota setempat. Sekolah bisa mengelola sampah dengan 3R, penanaman dan pemeliharaan pohon atau tanaman, konservasi energi, konservasi air dan upaya Perlindungan dan Pengelolaan LH lainnya.

Facebook Comments

Komentar