Beranda Berita Era 4.0, Ajaran Ki Hadjar Dewantoro Dinilai Masih Relevan

Era 4.0, Ajaran Ki Hadjar Dewantoro Dinilai Masih Relevan

229
0

SahabatGuru–Meski jaman berubah cepat yang ditandai disrupsi di era industri 4.0, namun ajaran Ki Hadjar Dewantoro dinilai masih relevan. Menurut Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Menteri Koperasi dan UKM, Luhur Pradjarta, ajaran tokoh pendidikan nasional itu tetap relevan bagi pemimpin masa kini.

“Sebagai pemimpin, di depan (ing ngarso) harus bisa memberikan contoh dan tauladan, sehingga dapat dijadikan panutan bagi masyarakat yang dipimpinnya. Di tengah (ing madyo), meskipun sibuk dengan pekerjaan dan berbagai aktifitas yang dijalani, harus memiliki kemauan dan niat (karso) untuk tetap memberikan semangat/motivasi. Tut wuri artinya mengikuti dari belakang dan handayani berarti memberikan dorongan moral,” ujar Luhur.

Dia mengatakan hal itu saat mewakili Menteri Koperasi dan UKM dalam acara pemberian penghargaan Top 25 Indonesia Future Leader2018 yang diselenggarakan Seven Media dan Asia Global di Le Meridien Hotel Jakarta, Sabtu (22/12/2018). Hadir pada acara tersebut sejumlah Bupati dan tokoh masyarakat.

Baca Juga :   Presiden: Terima Kasih Guru Yang Ajarkan Moral dan Budi Pekerti

Luhur mengungkapkan, kemajuan teknologi dan infomasi yang berkembang pesat, dan era industri 4.0, harus disikapi dengan bijak. Perkembangan teknologi serba digital, menurut dia, merupakan peluang berinovasi dan berkreasi mengolah potensi sumberdaya alam, termasuk menggerakan para pemangku kepentingan. Tujuannya agar dapat berperan aktif dalam meningkatkan perekonomian daerah dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Pemberian penghargaan jangan hanya sebagai simbol keberhasilan saat ini saja. Namun bagaimana implementasi selanjutnya dengan berbagai karya yang lebih inovatif dengan memaksimalkan pemanfaatan teknologi,” papar Luhur.

Kepada Bupati-bupati yang hadir dari 25 orang yang terpilih menerima penghargaan, Luhur minta Koperasi dan UMKM yang jumlahnya cukup besar dan berperan dalam mendukung PDB nasional, hendaknya diberdayakan lebih maksimal dengan memanfaatkan sumberdaya lokal. Bupati harus dapat menggerakkan Kepala Organisasi Perangkat Daerah yang terkait dengan UMKM dan Koperasi agar dapat meningkatkan dayasaingnya.

Baca Juga :   Oktober 2019, Matematika Smart Dilaksanakan di Pekalongan

“Untuk itu, sinergitas antar pemangku kepentingan perlu dikoordinir secara maksimal, sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh pelaku usaha maupun masyarakat dalam bentuk pembangunan-pembangun di daerah,” jelas Luhur.

Sementara itu, Valeri Melanov, wakil Asia Global sekaligus mewakili Asia Global dan Seven Media selaku penyelenggara Top 25 Indonesia Future Leader, menyampaikan bahwa penghargaan yang mengambil tema Kepemimpinan, diberikan kepada para pemimpin-pemimpin daerah (Bupati/Walikota), pemimpin perusahaan, pelaku pendidikan, Badan Usaha Milik Daerah dan profesional yang ada di Indonesia.

“Zaman sudah berubah, oleh karena itu, pemimpin dituntut untuk banyak belajar hal-hal yang baru, termasuk teknologi informasi. Ada tiga hal yang perlu dipelajari untuk semua pemimpin (leader), yaitu harus beradaptasi, mempunyai digital mindset dan kolaborasi,” ujar Valeri Melanov.

Baca Juga :   SD Ngotot Pakai Tes Calistung, Dana BOS Dicabut

Adapun kriteria-kriteria dalam penilaian, menurut Valeri, antara lain mencakup, kualitas, kinerja, layanan, dan memiliki tanggungjawab sosial yang tinggi. “Semoga pemberian penghargaan dapat lebih memotivasi bagi para pemimpin yang terpilih sehingga dapat lebih kreatif dalam berkarya.” (ris)