Beranda Berita Sistem Zonasi Bisa Tingkatkan Target Wajib Belajar 12 Tahun

Sistem Zonasi Bisa Tingkatkan Target Wajib Belajar 12 Tahun

327
0
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menegaskan dengan diterapkannya sistem zonasi, maka sekolah favorit lama-kelamaan bisa dihapuskan. (foto: G. Susatyo)

SahabatGuru – Target wajib belajar 12 tahun terus ditingkatkan. Pemerintah mendorong anak-anak usia sekolah untuk mendapatkan pendidikan formal di sekolah atau pendidikan kesetaraan.

Tak sekadar pasif, aparat daerah berperan aktif mengunjungi keluarga-keluarga yang memiliki anak usia sekolah untuk masuk sekolah. Tidak hanya itu, sekolah pun melakukan hal yang sama. Tak heran bila anak-anak yang tidak bersekolah kian berkurang.

Target wajib belajar tersebut akan lebih mudah dicapai dengan diterapkannya sistem zonasi. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy optimistis sistem tersebut menjadikan target akan tercapai. Pasalnya anak usia sekolah tidak perlu mencari sekolah yang jauh dari rumah. Mereka bisa menuntut ilmu di sekolah terdekat.

Baca Juga :   Ada Gugus Tugas, PPDB 2019 Lancar

“Dengan sistem zonasi, penerimaan siswa baru akan berjalan lebih baik dan mencerminkan keberadilan.Yang tidak mau di sekolah, harus dicarikan alternatif yaitu di pendidikan kesetaraan. Jadi tidak boleh lagi anak usia wajib belajar 12 tahun yang tidak belajar,” ujar Mendikbud seperti dilansir dari laman Kementerian dan Kebudayaan.

Menurut Mendikbud sistem zonasi menjadikan peta guru dan sarana prasarana pendidikan akan menjadi lebih jelas. Bila sekolah menghadapi masalah, penanganannya menjadi lebih mudah karena sudah terpetakan. Ke depan semua sekolah didorong memiliki kualitas yang baik dengan memiliki populasi sumber daya unggulan.

Sistem zonasi merupakan bentuk penyesuaian kebijakan dari sistem rayonisasi. Rayonisasi lebih memperhatikan pada capaian siswa di bidang akademik. Sedangkan sistem zonasi lebih menekankan pada jarak atau radius antara rumah siswa dan sekolah. Dengan demikian, maka siapa yang lebih dekat dengan sekolah lebih berhak mendapatkan layanan pendidikan dari sekolah itu.

Baca Juga :   Bahas Nasib Guru Honorer, Begini Kesepakatan DPR dengan Pemerintah

Mendikbud berharap penerapan sistem zonasi dapat mengatasi persoalan ketimpangan di masyarakat, sehingga dapat menciptakan pemerataan pendidikan yang berkualitas. Selain itu, sistem zonasi dapat menjadi langkah strategis dalam penerapan pendidikan karakter.

Saat jarak sekolah dekat dengan tempat tinggal, siswa dapat berjalan kaki ke sekolah sambil belajar etiket warga negara. Dengan demikian, orang tua dan masyarakat sekitar juga ikut terlibat dalam pendidikan karakter.

”Zonasi ini adalah terjemahan operasional dari ekosistem pendidikan yang dimaksud dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional itu,” ujar Muhadjir.