Beranda Berita Tanamkan Antikorupsi Lewat Program Saya Anak Antikorupsi

Tanamkan Antikorupsi Lewat Program Saya Anak Antikorupsi

256
0
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Pandjaitan menyematkan selendang SAAK kepada perwakilan siswa. Basrai berharap siswa menjadi agen antikorupsi di sekolah. (foto: kemdikbud.go.id)

SahabatGuru – Penting menanamkan sikap antikorupsi sejak dini. Dan, pengajaran dan pendidikan antikorupsi bisa diberikan kepada anak-anak sejak mereka berada di PAUD sampai duduk di bangku sekolah menengah dan bahkan perguruan tinggi.

Demi menanamkan sikap antikorupsi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan program Saya Anak Antikorupsi (SAAK), di Jakarta, Kamis (13/12/2018) lalu. Program itu mewujudkan wilayah bebas dari korupsi di satuan pendidikan danmembangun budaya antikorupsi bagi peserta didik mulai jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sampai dengan Pendidikan Menengah.

Sebagai tanda diluncurkannya program Saya Anak Antikorupsi, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Basaria Pandjaitan menyematkan selendang SAAK kepada perwakilan siswa. Basaria didampingi Inspektur Jenderal Kemendikbud, Muchlis Rantoni Luddin, serta pejabat eselon II Inspektorat Jenderal dan Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud.

Baca Juga :   Eduwisata, Belajar Membuat Tempe di Rumah Tempe Indonesia-Bogor

Basaria mengungkapkan berharap para siswa dapat menjadi agen antikorupsi di sekolah masing-masing. “Harus dipegang terus dan yang paling utama jadilah agen-agen perubahan dengan mengedepankan antikorupsi,” kata Basaria seperti dikutip kemdikbud.go.id.

Menurut Muchlis program SAAK merupakan salah satu program Penguatan Pendidikan Karakter dengan membangun budaya antikorupsi, khususnya di lingkungan satuan pendidikan.

“Program ini dimaksudkan untuk membangun budaya antikorupsi. Kemendikbud bersama-sama dengan KPK mulai memasyarakatkan secara massal, terutama dibantu oleh para siswa, guru, dan tenaga kependidikan untuk bersama-sama membangun budaya antikorupsi di satuan pendidikan,” jelas Muchlis.

Muchlis mengatakan, visi program SAAK adalah menciptakan generasi muda cerdas, berintergritas, dan berkarakter. Ada pun misinya adalah untuk memperkuat ketakwaan generasi mudakepada Tuhan YME serta kecintaan terhadap tanah air.

Baca Juga :   SD Ngotot Pakai Tes Calistung, Dana BOS Dicabut

SAAK juga menanamkan nilai antikorupsi kepada generasi muda dengan menekankan pada kesederhanaan, kegigihan, keberanian, kerja sama, kedisiplinan, keadilan, kejujuran,bertanggung jawab, dan kepedulian. Selain itu untuk menumbuhkembangkankebiasaan baik sebagai bentuk pendidikan karakter.

Muchlis mengharapkan sekolah dapat membentuk agen ‘Saya Anak Antikorupsi’. Selain itu, melakukan sosialisasi pencegahan korupsi di lingkungan satuan pendidikan; membentuk budaya komunitas antikorupsi di lingkungan satuan pendidikan; membentuk komunitas antikorupsi di kelompok peserta didik, dan; mendukung gerakan ‘Saya Anak Antikorupsi’ melalui kegiatan ekstrakurikuler.

“Mudah-mudahan program ini bisa berjalan dengan baik. Anak-anak beserta seluruh warga sekolah bisa bahu-membahu dengan kami untuk memulai berkontribusi membangun budaya anti korupsi,” ujar Inspektur Jenderal.

Baca Juga :   UN Bukan Momok Lagi, Kok Bisa?