Beranda Berita Diusulkan, Paket Satu Guru Dua Mata Pelajaran

Diusulkan, Paket Satu Guru Dua Mata Pelajaran

296
0
Guru diusulkan mengajar dua mata pelajaran. Ini menjadi salah satu solusi mengatasi kekurangan guru di sekolah-sekolah. Mendikbud Muhadjir Effendy mengungkapkan dibutuhkan waktu tujuh tahun untuk mengatasi kekurangan guru. (foto: G. Susatyo)

SahabatGuru – Sekolah sesungguhnya mengalami kekurangan guru. Tidak hanya di daerah pelosok, tetapi di kota besar pemenuhan tenaga pengajar juga sangat dibutuhkan. Upaya mengatasi kekurangan guru dengan mengangkat tenaga honorer sesungguhnya masih belum mencukupi atau mencapai angka ideal dalam proses belajar-mengajar.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menuturkan jumlah kekurangan guru mencapai 707.324. Ini merupakan angka yang besar.

Bila setiap tahun pemerintah mengangkat 100 ribu guru, ini berarti dibutuhkan waktu tujuh tahun untuk mengatasi kekurangan guru. Padahal sampai tujuh tahun ke depan pun selalu ada guru yang memasuki masa pensiun.

Demi mengatasi kekurangan guru, Mendikbud mengusulkan agar setiap guru bisa mengajar lebih dari dua mata pelajaran (mapel). Ini agar efisensi jumlah guru tercapai.

Baca Juga :   Ini Syarat Bagi Guru Honorer yang Ingin Lolos Tes CPNS

“Jumlah kekurangan guru mencapai 707.324. Kalau tiap tahun 100 ribuan guru diangkat, maka butuh tujuh tahun untuk menyelesaikannya. Ini butuh waktu cukup lama. Salah satu solusi guru yang ada dikaryakan dengan memegang lebih dari dua mapel,” kata Muhadjir, Sabtu (15/12/2018).

Sebagai tindak lanjut rencana satu guru mengajar dua mapel, pemerintah berupaya meningkatkan kemampuan tenaga pendidik. Kemendikbud akan menyekolahkan kembali guru-guru yang hanya menguasai satu bidang pelajaran. Terutama untuk daerah-daerah yang sangat membutuhkan.

Saat ini, total guru non-PNS di sekolah swasta dan negeri sebesar 3.017.296. Sedangkan jumlah guru non-PNS di sekolah swasta lebih banyak dari negeri.

“Kami sering menyebut guru tersebut sebagai guru pengganti, bukan guru honorer. Untuk memenuhi kebutuhan saat ini, kami membutuhkan sekitar 988.133 guru PNS. Namun, bisa diupayakan cukup dengan 707.324 jumlah guru PNS. Caranya dengan mewajibkan satu guru pegang lebih dua mapel,” ujar Muhadjir menjelaskan.

Baca Juga :   Inilah yang Membuat Mendikbud Tak Setuju Moratorium Pengangkatan Guru

Terkait guru honorer K2, pemerintah tetap memberi perhatian. Apalagi jumlah guru honorer mencapai 157.210 orang. Pada penerimaan CPNS 2018, hampir separuhnya atau sebesar 112.000 disediakan untuk tenaga pengajar.

Menurut Muhadjir mereka yang mengikuti tes CPNS sedangmenunggu proses tes selesai.Dari jumlah peserta, tercatat 6.541 tenaga honorer K2 yang lulus seleksi kompetensi dasar (SKD).

Bagi mereka yang gagal bisa mengikuti proses penyelesaian lewat jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Jalur tersebut juga diperuntukkan bagi tenaga honorer yang tidak bisa memenuhi persyaratan mengikuti CPNS karena usianya sudah di atas 35 tahun.