Beranda Berita Pentingnya Pendidikan Antikorupsi Sejak Dini 

Pentingnya Pendidikan Antikorupsi Sejak Dini 

498
0
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menekankan pentingnya pendidikan antikorupsi sejak usia dini. Mendikbud menandatangani komitmen bersama dengan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo. (foto: kemdikbud)

SahabatGuru – Sikap antikorupsi harus ditanamkan sejak usia dini. Dan, sekolah merupakan wadah pendidikan untuk menumbuhkan sikap antikorupsi pada generasi muda.

Hal penting bila pendidikan antikorupsi harus dimulai sejak dini. Bahkan pemerintah berharap pendidikan antikorupsi tidak hanya diimplementasikan di jenjang pendidikan dasar tetapi juga menengah dan tinggi.

Ini berarti sejak duduk dibangku SD, anak-anak sudah diajarkan sikap antikorupsi. Mereka tetap menerima pendidikan itu saat duduk di bangku perkuliahan.

Untuk mewujudkan hal itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menandatangani komitmen bersama dengan KetuaKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo. Penandatanganan itu juga dilakukan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir dan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin.

Baca Juga :   Tak Patuhi Zonasi PPDB, Mendikbud Tegur Pemda

“Atas nama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, saya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif KPK yang telah membuat langkah-langkah strategis dan konkret untuk mempercepat proses pemberantasan korupsi di negara kita,” kata Mendikbud Muhadjir Effendy, usai menandatangani Komitmen Pendidikan Karakter dan Budaya Antikorupsi pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pendidikan Antikorupsi di Jakarta, Selasa, (11/12/2018).

Mendikbud mengatakan, “Antara Kemendikbud dan KPK sudah terjalin kerja sama yang sangat erat terutama dalam pengawalan program-program dan anggaran di Kemendikbud dan sekarang ini juga sudah menyusun kurikulum bersama. Sudah ada hasilnya, tinggal bagaimana kita mengimplementasikan.”

Hanya pendidikan antikorupsi tidak akan dimasukkan ke kurikulum. Menurut Mendikbud hal tersebut hanya akan menambah beban pelajaran siswa. Apalagi, beban pelajaran mereka sudah banyak.

Baca Juga :   Nomor Induk Siswa Dihapus, Kini Pakai Nomor Induk Kependudukan

“Harus dipahami, kurikulum itu berbeda dengan pelajaran. Jadi,jangan bayangkan akan ada mata pelajaran baru. Ini malah bisa beban di tingkat pendidikan dasar dan menengah sudah terlalu banyak. Jadi nanti harus ada cara-cara yang inovatif dan kreatif untuk mengimplementasikan program gerakan antikorupsi di sekolah,” jelas Mendikbud seperti dikutip kemdikbud.go.id.

Sejalan dengan semangat dan komitmen tersebut, Mendikbud menjelaskan, Kemendikbud juga mempunyai program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Menurutnya salah satu poin dari PPK adalah integritas yang menjadi pintu masuk penerapan kurikulum di sekolah.

“Kami siap untuk merealisasikan apa yangtelah kita canangkan bersama. Kita bersatu tekad untuk membangun Indonesia yang lebih maju, baik, dan bersih untuk masa depan, dengan cara memerangi korupsi di Indonesia,” ujar Mendikbud menegaskan.

Baca Juga :   Penting, SKTM Jangan Disalahgunakan Lagi