Beranda Berita Masuk Sekolah Baru? Tak Perlu Daftar Lagi

Masuk Sekolah Baru? Tak Perlu Daftar Lagi

290
0
Siswa baru yang mencari sekolah tidak perlu lagi mendaftarkan diri di sekolah karena adanya sistem zonasi. (foto: g. susatyo)

SahabatGuru – Siswa bakal menuntut ilmu di sekolah terdekat. Mereka hanya perlu berjalan kaki berbarengan dengan teman-temannya atau cukup naik sepeda saja. Tidak ada lagi orangtua yang pagi-pagi sudah harus mengantarkan anaknya ke sekolah. Gara-garanya, si anak bersekolah yang diistilahkan sebagai sekolah favorit. Padahal jarak dari rumah bisa sampai 10 km.

Tak hanya itu. Siswa pun tidak perlu direpotkan dengan antrian panjang saat mendaftarkan diri ke sekolah di tahun ajaran baru. Sistem zonasi pendidikan yang tetap akan diterapkan pada tahun depan memungkinkan hal itu terjadi.

Dengan menerapkan zonasi, nama calon siswa sudah otomatis terdaftar di sekolah tersebut. Untuk menerapkan sistem zonasi, perlu kerja sama dengan pemerintah daerah terutama dinas kependudukan dan catatan sipil. Data tersebut juga bisa digunakan untuk pendataan Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Baca Juga :   Maksimal Hanya Empat Tahun, Guru Mengajar di Satu Tempat

“Kami menargetkan pada tahun depan siswa tidak perlu lagi mendaftar. Namanya sudah terdaftar di sekolah yang ada di dekat rumahnya. Jika zonasi ini diterapkan, semuanya menjadi mudah. Siapa yang masuk SMP tahun depan adalah anak yang duduk di kelas enam sekarang ini,” ujar Mendikbud di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut Mendikbud sistem zonasi merupakan puncak dari restorasi pendidikan yang dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Zonasi tidak hanya mendekatkan lingkungan sekolah dengan peserta didik, tetapi juga mencegah penumpukan guru berkualitas di suatu sekolah, menghilangkan ekslusivitas, dan mengintegrasikan pendidikan formal dan nonformal. Apalagi sebaran guru di Indonesia masih belum merata.

“Zonasi ini mengutamakan kedekatan jarak domisili peserta didik dengan sekolah. Sistem zonasi pendidikan yang diterapkan pemerintah adalah kebijakan strategis jangka panjang untuk percepatan pemerataan kualitas pendidikan di seluruh penjuru nusantara, mulai dari jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, hingga pendidikan masyarakat,” tutur Mendikbud.

Baca Juga :   Rembuk Nasional 2019, Dari PAUD Sampai Zonasi

Ke depan, pihaknya akan memberikan bantuan berdasarkan sistem zonasi sehingga bantuan bisa terpetakan dan terarah. Dengan sistem zonasi itu, anggaran bisa difokuskan untuk kesejahteraan guru , peningkatan pelatihan guru dan anggaran untuk afirmasi.

Mendikbud berharap ke depan kebijakan zonasi tersebut bisa dijadikan Perpres. Saat ini sudah ada sekitar 2.570 zonasi, Mendikbud berharap bisa meningkat hingga 5.000 zonasi.