Beranda Berita Presiden Terima Dokumen Strategi Kebudayaan

Presiden Terima Dokumen Strategi Kebudayaan

319
0
Presiden Joko Widodo saat menerima Dokumen Strategi Kebudayaan yang diserahkan perwakilan tim perumus, I Made Bandem dan Nungki Kusumastuti. Penyerahan dokumen dilakukan saat Kongres Kebudayaan Indonesia, Minggu (9/12/2018). (foto: kemdikbud)

SahabatGuru – Presiden Joko Widodo menerima dokumen Strategi Kebudayaan di acara Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) 2018. Dokumen ini berisikan poin-poin resolusi yang disusun oleh tim perumus dan melibatkan perwakilan pemerintah daerah, para pegiat budaya, serta budayawan di seluruh Indonesia.

Dokumen Strategi Kebudayaan yang diserahkan oleh perwakilan tim perumus, yakni I Made Bandem dan Nungki Kusumastuti itu, selanjutnya akan disahkan Presiden dan berlaku untuk 20 tahun ke depan. Prosesi penyerahan berlangsung di Gedung Kemendikbud, Jakarta, sebagai rangkaian akhir dari penyelenggaraan KKI 2018 yang dilaksanakan pada 5-9 Desember 2018.

Dalam sambutannya, Presiden mengapresiasi kerja keras budayawan dan para pemangku kepentingan. Menurutnya, di tengah tantangan yang semakin kompleks, kebudayaan dapat hadir sebagai penjaga peradaban dan membuka ruang interaksi, termasuk toleransi di dalamnya.

Baca Juga :   UN, 91% Sudah Berbasis Komputer dan Diikuti 8,3 Juta Siswa

“Berkat semangat dan kerja keras bapak, ibu semuanya yang luar biasa. Sekali lagi saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya,” kata Presiden.

Kepala Negara mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus aktif meluhuri dan melestarikan budaya bangsa. Apalagi perkembangan zaman dan teknologi yang semakin cepat serta semakin tingginya penetrasi budaya lain yang masuk ke Indonesia.

“Kita harus selalu ingat untuk terus aktif meluhuri kebudayaan Indonesia, kebudayaan nusantara dan sekaligus menguatkan dan mengembangkannya dalam menghadapi perkembangan zaman tersebut,” kata Jokowi.

Presiden meyakini bangsa Indonesia memiliki kekhasan sendiri dibanding bangsa lain. Ia menyebutkan, kebudayaan dan ilmu pengetahuan serta peradaban bangsa Indonesia lahir dari pengalaman panjang menghadapi perkembangan zaman. Oleh karena itu, mengakar kuat kepada peradaban Indonesia adalah utama.

Baca Juga :   Mendikbud: Bapak B.J. Habibie Inspirasi Jutaan Orang
Presiden Jokowi menyerahkan penghargaan kepada para budayawan, D. Zawawi Imron, I Gusti Ngurah Putu Wijaya dan Tim Restorasi Candi Borobudur Hubertus Sadirin dan Ismijono pada Kongres Kebudayaan Indonesia. (foto: setkab)

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyampaikan KKI 2018 dihadiri kurang lebih 7.000 peserta baik dalam dalam ataupun luar daerah. Mendikbud berharap, penyerahan Strategi Kebudayaan ini dapat menghimpun masukan dari berbagai sektor dengan melibatkan para pemangku kepentingan di bidang kebudayaan.

Mendikbud menuturkan, Strategi Kebudayaan ini merupakan instruksi langsung Presiden yang  mengacu kepada Trisakti, yaitu asas berdaulat dalam politik, mandiri dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Ketiganya dapat menjadi ruh dalam pembangunan nasional.

“Begitu besar harapan kami dan para pelaku pegiat, pemerhati kebudayaan, untuk bisa melahirkan serangkaian kongres ini. Strategi Kebudayaan diharapkan dapat menjalankan fungsinya sebagai dokumen yang menjadi pedoman kebudayaan nasional sampai 20 tahun ke depan,” ujar Mendikbud.

Baca Juga :   Guru Honorer Berusia di Atas 35 Tahun Disarankan Daftar PPPK

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi menyerahkan penghargaan kepada para budayawan seperti D. Zawawi Imron, I Gusti Ngurah Putu Wijaya dan Tim Restorasi Candi Borobudur Hubertus Sadirin dan Ismijono.