Beranda Berita Maksimal Hanya Empat Tahun, Guru Mengajar di Satu Tempat

Maksimal Hanya Empat Tahun, Guru Mengajar di Satu Tempat

276
0
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyampaikan akan diterapkannya zonasi guru agar tidak terjadi ketimpangan jumlah guru di beberapa daerah. (foto: kemdikbud)

SahabatGuru – Sistem zonasi tidak hanya berlaku untuk siswa tetapi juga guru. Bahkan guru secara periodik akan dipindahkan dari satu sekolah ke sekolah lain.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menuturkan zonasi guru bertujuan untuk memperbaiki ketimpangan jumlah guru di beberapa daerah. Melalui sistem zonasi diharapkan ada penataan guru di berbagai daerah.

Dengan diterapkannya zonasi guru, maka jumlah guru pegawai negeri sipil (PNS) dan honorer harus merata.Tak hanya itu, guru ASN akan ditetapkan maksimal empat tahun mengajar di satu tempat. Hal ini juga berlaku untuk kepala sekolah.

“Harus ada rotasi agar ada pemerataan yang berkualitas. Kami berharap di setiap zona, kualitas pendidikannya rata, tidak boleh ada kesenjangan yang terlalu jauh,” kata Mendikbud di Bandung, akhir pekan lalu.

Baca Juga :   Mendikbud: Penggunaan DAK Fisik Harus Tepat Sasaran

“Untuk guru ASN, maksimal empat tahun mengajar di satu tempat. Begitu juga dengan kepala sekolah. Hanya guru yang bagus yang bisa menjadi kepala sekolah, dan hanya kepala sekolah yang bagus bisa menjadi pengawas,” ujar Muhadjir menambahkan.

Mendikbud mengungkapkan saat ini tengah diupayakan kepala sekolah dan pengawas mendapat tunjangan khusus.

“Saat ini kami memperjuangkan tunjangan khusus untuk jabatan kepala sekolah dan pengawas. Yang memiliki kedaulatan di masing-masing zona adalah Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Tentu saja kepala dinas pendidikan tetap memiliki otoritas di dalamnya. Bahkan untuk pembinaan pelatihan guru akan kami turunkan langsung ke zona,” kata Muhadjir.

Baca Juga :   Wakil Ketua Komisi X DPR RI Minta Pelajaran PMP Tak Indoktrinatif