Beranda Literasi Soal Literasi, Guru Harus Jadi Teladan Siswa

Soal Literasi, Guru Harus Jadi Teladan Siswa

406
0

SahabatGuru–Kemampuan literasi seorang guru, Kepala Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Kemendikbud Dadang Suhendar, harus bisa menjadi teladan bagi anak didiknya. Sehingga mereka menjadi pandai baik dalam hal membaca, menulis dan berhitung yang menjadi indikator pengetahuan siswa.

“Guru harus menjadi teladan bagi anak didiknya dengan menguasai teknik literatur,” ujar Kepala Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Kemendikbud Dadang Suhendar di Banjarbaru, Kalimantan Selatan Senin (3/12/2018).

Pernyataan itu disampaikan Dadang disela Dialog Literasi yang diikuti ratusan guru dari berbagai daerah di Kalsel diselenggarakan Balai Bahasa Kalsel di aula balai Jalan A Yani km 31 Banjarbaru.

Ia mengatakan, sesuai tema yakni “Melalui Dialog Literasi Tingkatkan Profesionalisme Guru Menuju Pendidikan Abad ke-21” maka guru dituntut meningkatkan kemampuan literasinya.

Baca Juga :   Tradisi Literasi Masih Sangat Lemah, Ini Penyebabnya

“Menurut saya, literasi bukan didialogkan, tetapi dilakukan dan saya berharap didalam tas guru yang menjadi peserta kegiatan ini ada buku bacaan bukan hanya telepon seluler,” ungkapnya.

Menurut dia, buku bacaan yang dibaca guru membuatnya semakin pintar dan memiliki kemampuan literasi sehingga bisa menjadi contoh bagi anak didiknya di sekolah agar semakin pintar dan terdidik.

“Intinya, guru harus bisa menjadi contoh bagi anak didiknya karena bagaimana bisa menyuruh siswanya pandai membaca dan menulis jika tidak diberikan contoh oleh gurunya,” ucap dia.

Ditekankan, budaya litetasi yang terus digalakan juga bisa menjadi jurus ampuh menangkal berita bohong (hoax) yang sering muncul seiring kemajuan teknologi melalui berbagai media elektronik.

Baca Juga :   Layani Literasi Masyarakat, Kabupaten Ini Raih Penghargaan Kihajar 2018

“Berita bohong atau hoax hanya bisa ditangkal melalui literasi yakni dengan terus membaca sehingga setiap informasi tanpa diketahui kebenarannya bisa dicegah dan kita tidak terbaca berita bohong,” ujarnya.

Kepala Balai Bahasa Kalsel Imam Budi Utomo mengatakan, tujuan kegiatan adalah mendorong gerakan literasi di kalangan guru sehingga mereka memiliki kemampuan yang bisa ditularkan kepada siswanya.

“Peserta yang mengikuti kegiatan sebanyak 160 orang dan 120 orang merupakan guru yang berasal dari berbagai daerah di Kalsel. Harapan kami, melalui dialog ini, guru bisa menggalakan literasi,” kata dia.

Sementara itu, narasumber lain yang memberikan materi di depan ratusan guru se-Kalsel adalah Guru Besar Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta Prof Dr Suminto A Sayuti.(ris/ant)

Baca Juga :   Sudah Ada 502 Buku Literasi Dukung Gerakan Literasi Nasional

Komentar