Beranda Berita Pemerintah Alokasikan Rp4,47 Triliun Untuk BOP PAUD

Pemerintah Alokasikan Rp4,47 Triliun Untuk BOP PAUD

187
0
Direktur Jenderal PAUD dan Pendidikan Masyarakat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Harris Iskandar menyampaikan pemerintah menaikkan alokasi anggaran untuk PAUD. (foto: kemdikbud)

SahabatGuru – Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi perhatian pemerintah. Pentingnya pendidikan yang tepat bagi anak usia dini menjadikan pemerintah untuk menaikkan alokasi anggaran untuk PAUD.

Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 4,47 triliun untuk Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (BOP PAUD) pada tahun 2019. Jumlah ini mengalami kenaikan 10 persen dibanding tahun 2018, yang sebesar Rp 4,07 triliun.

BOP PAUD merupakan program pemerintah untuk membantu biaya operasional penyelenggaraan pendidikan anak usia dini. Sasaran program ini adalah lembaga PAUD yang telah terdaftar dalam Data Pokok PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Dapodik). Bantuan operasional tersebut diberikan kepada 7.459.167 anak dengan nominal sebesar Rp600.000/anak.

Baca Juga :   Ini yang Membuat Wabup Sanggau Apresiasi Siswa SMP Kembayan

“Pemberian bantuan ini untuk meningkatkan mutu layanan PAUD,” ujar Direktur Jenderal PAUD dan Pendidikan Masyarakat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Harris Iskandar, akhir pekan lalu.

Harris menjelaskan, program PAUD yang berkualitas tidak hanya menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi harus melibatkan pemerintah daerah, swasta, dan unsur masyarakat untuk saling bersinergi aktif.

“Kita telah berkomitmen dalam Sustainable Development Goals 2030, bahwa kita harus memberikan layanan PAUD berkualitas kepada seluruh anak, baik lelaki maupun perempuan,” ujar Harris seperti dikutip Kemdikbud.go.id.

Harris juga berharap pemberian BOP PAUD dapat mendorong lembaga menyelenggarakan PAUD holistik integratif. Hal ini merupakan upaya pengembangan anak usia dini yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan esensi anak. Dengan demikian, kenaikan alokasi anggaran itu tidak hanya bisa memenuhi layanan pendidikan, namun juga gizi dan perlindungan anak.

Baca Juga :   Pekerjaan Guru Bisa Bahayakan Masyarakat

“Pada 2018, Direktorat Jenderal PAUD dan Dikmas, juga telah memberikan bantuan rehabilitasi gedung kepada 100 lembaga PAUD dan bantuan untuk PAUD-PAUD di daerah yang terdampak bencana alam”, ungkap Harris.