Beranda Berita Ferdiansyah: Budaya Menjadi Haluan Pembangunan Nasional 

Ferdiansyah: Budaya Menjadi Haluan Pembangunan Nasional 

167
0

SahabatGuru–Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah mengungkapkan bahwa sejak UUD 1945 disusun, para pendiri bangsa menyadari pentingnya posisi kebudayaan dalam membentuk bangsa Indonesia untuk mencapai tujuan nasional. Kesadaran ini jelas terlihat pada Pasal 32 UUD 1945 tentang jaminan negara kepada masyarakatnya untuk memelihara dan mengembangkan nilai-nilai kebudayaan.

“Hal apapun dalam pembangunan nasional itu beraspek dari budaya. Akhirnya kita menyimpulkan, budaya menjadi haluan pembangunan nasional,” papar Ferdiansyah, Rabu (5/12/2018) dalam Kongres Kebudayaan Indonesia 2018 di Kantor Kemendikbud, Jakarta.

Dalam paparannya tentang Undang-undang Pemajuan Kebudayaan, Ferdi menjelaskan bahwa sesungguhnya sejak zaman kolonial dahulu, tahun 1918, kesadaran akan pentingnya kebudayaan secara kolektif telah ada. Meskipun saat itu hanya terbatas pada kebudayaan Jawa. Saat itu, walaupun dibatasi oleh pemerintah kolonial pada lingkup bahasa, kongres pertama ini tetap mengupas segala aspek tentang kebudayaan.

Baca Juga :   Rembuk Nasional 2019, Dari PAUD Sampai Zonasi

Selanjutnya pasca kemerdekaan Republik Indonesia, Kongres Kebudayaan telah digelar sebanyak lima kali sejak 1948hingga 1960. Kongres tersebut sempat terputus selama tiga dekade, hingga kongres selanjutnya kembali digelar pada 1991.

Anggota DPR dari dapil Kabupaten Garut ini menuturkan pentingnya peran negara untuk membantu masyarakat merumuskan strategi kebudayaan. “Negara, dengan kata lain seharusnya memainkan peranan sebagai pandu masyarakat , yakni membantu masyarakat merumuskan strategi kebudayaan nya sendiri sekaligus membimbing masyarakat agar tetap sadar akan tujuan kehidupan bersama sebagai bangsa Indonesia yang diikat oleh cita-cita suci proklamasi kemerdekaan Indonesia,” katanya.

Kongres Kebudayaan Indonesia 2018 mejadi salah satu hajat besar di tahun ini, bukan hanya bagi Kemendikbud, melainkan juga bagi budayawan, seniman, dan seluruh masyarakat Indonesia. Acara yang digelar pada 5 hingga 9 November 2018 ini menyajikan berbagai macam diskusi tentang seni dan budaya serta dimeriahkan bermacam kesenian dan kuliner nusantara. (ris/dbd)

Baca Juga :   UNBK Berhasil, Tapi Ada Siswa Foto Naskah Ujian