Menggembleng Remaja Agar Tak Menjadi Generasi Stroberi

    235
    0
    Pelajar SMP dari DIY dan Jawa tengah mengikuti pelatihan di Kawah Kepemimpinan Pelajar. Pelatihan itu merupakan salah satu cara mempersiapkan generasi muda yang akan memimpin bangsa ini di masa mendatang. (foto: Kemdikbud)

    SahabatGuru – Generasi muda harus dibentuk dan ditempa karena mereka adalah calon pemimpin bangsa. Mereka tidak bisa dibiarkan tumbuh dan berkembang begitu saja sehingga gawai yang menguasainya.

    Bila generasi sebelumnya tersihir oleh televisi. Kini, generasi milenial terancam tenggelam dan tergilas dalam revolusi industri 4.0. Ini yang harus dicegah karena mereka adalah pewaris negeri ini.

    Bagaimana membentuk generasi milenial yang tangguh? Pelatihan seperti Kawah Kepemimpinan Pelajar (KKP) menjadi ajang yang tepat untuk menempa pelajar. Mereka digembleng di kawah tersebut sehingga menjadi generasi ‘Gatutkaca’.

    Dalam kisah pewayangan, Gatutkaca saat masih bayi diceburkan di Kawah Candradimuka. Setelah mentas dari kawah yang panasnya tujuh kali lipat dari panas biasa itu, bayi Tetuka menjelma menjadi Gatutkaca yang ngetop dengan sebutan sosok berotot kawat dan tulang besi.

    Baca Juga :   Rembuk Nasional 2019, Dari PAUD Sampai Zonasi

    Pelajar SMP dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah yang mengikuti KKP selama empat hari yaitu dari Selasa (23/10/2018) sampai Jumat (26/10/2018) tentu tidak akan menjadi Gatutkaca. Selepas KKP, 540 siswa dan 60 pendamping dari 60 kota itu tidak menjelma sosok yang kebal senjata. Namun mereka juga bukan generasi stroberi yang terlihat indah dan manis tetapi lembek. Mereka terbentuk menjadi generasi milenial yang kian memahami bahaya penggunaan obat terlarang dan menyikapi soal berita hoaks.

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendi menuturkan kegiatan KKP yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini sangat positif bagi peserta. Menurut dia, negara memiliki kewajiban mempersiapkan regenerasi pemimpin bangsa yang dipupuk sedini mungkin.

    Baca Juga :   Gerakan Literasi Ala Ratna Listy
    Mendikbud Muhadjir Effendy saat mengunjungi pelatihan di Kawah Kepemimpinan Pelajar (KKP) yang diikuti 600 pelajar dari DIY dan Jawa Tengah di Sleman. (foto: krjogja.com)

    “Peserta kali ini adalah anggota OSIS dan Pramuka di tingkat SMP. Mereka inilah calon pemimpin bangsa kedepan yang punya bakat sehingga harus terus dibina. Semakin banyak calon pemimpin bangsa yang ita miliki dan bina, tentu semakin bagus,” kata Mendikbud.

    Students now, leaders tomorrow. Sekarang belajar besok jadi pemimpin,” ujar Muhadjir. “Dan menyiapkan calon pemimpin harus dimulai sejak dini melalui pelatihan bagi siswa yang memiliki potensi kepemimpinan dan dapat dibina,” lanjut dia.

    Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad menjelaskan KKP tahun ini mengangkat tema, “Unggul, Berkarakter dan Berkarya”. Kegiatan tersebut memprioritaskan siswa yang aktif di organisasi atau kegiatan ekstrakurikuler, mempunyai potensi kepemimpinan dan dipilih oleh sekolah.

    Baca Juga :   Mona Ratuliu, Menulis untuk Berbagi

    Pelatihan KKP mencakup dua model, yaitu pelatihan teoritik yang berlangsung searah dan dialogis dengan menggunakan permainan edukatif. Selain itu model pelatihan praktek dengan berbentuk diskusi, permainan simulasi kepemimpinan, sidang pleno, tugas kelompok, dan tugas pribadi.

    “Sasaran pelatihan guna mencapai nilai-nilai budi pekerti, yaitu religius, kepemimpinan, peduli, disiplin, mandiri, kerja sama, jujur, solutif, nasionalisme, demokratis dan bertanggung jawab,” kata Hamid.

    Menurut dia para peserta juga mendapatkan berbagai ilmu pengetahuan termasuk pemberian materi dari Badan Narkotika Nasional dan Kemenkominfo terkait menangkal hoaks diberikan sebagai bekal berelasi dengan rekan di kemudian hari.

    Facebook Comments

    Komentar