Beranda Berita Sudah Ada 502 Buku Literasi Dukung Gerakan Literasi Nasional

Sudah Ada 502 Buku Literasi Dukung Gerakan Literasi Nasional

679
0
Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menyiapkan 502 buku yang mendukung Gerakan Literasi Nasional (GKN). Jumlah buku itu termasuk yang ditulis oleh 129 penulis. Mereka yang menghadiri pertemuan Penulis Bahan Bacaan Literasi Baca-Tulis Tahap II di Jakarta, beberapa waktu lalu. (foto: Kemdikbud)

SahabatGuru – Gerakan Literasi Nasional (GLN) didukung dengan kemunculan banyak buku yang menyoal literasi baca-tulis. Tidak kurang 502 buku yang disediakan Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sampai menjelang akhir tahun 2018.

“Pada tahun 2019, rencananya buku-buku tersebut akan dicetak dalam jumlah yang sesuai dengan anggaran yang tersedia. Kami akan membuatnya menjadi buku digital, dan alihwahana untuk sejumlah buku terpilih,” kata Dadang Sunendar, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud saat digelarnya pertemuan Penulis Bahan Bacaan Literasi Baca-Tulis Tahap II di Jakarta, Jumat lalu.

Jumlah buku itu termasuk di antaranya 140 buku literasi karya dari 129 penulis. Menurut Dadang seperti dikutip dari Kemdikbud.go.id, buku tersebut merupakan hasil karya yang disayembarakan secara terbuka mulai Januari 2018. Dari sayembara itu terkumpul 1.135 karya. Setelah melewati tahap penjurian, ada 140 karya yang terpilih.

Baca Juga :   Sudah Tersedia, KBBI Braille Bagi Penyandang Disabilitas Netra

Dadang menerangkan Kemendikbud memang menjalin kerja sama literasi dengan berbagai pihak, baik di dalam maupun mitra lain di luar Kemendikbud. Kerjasama ini perlu dilakukan agar dapat meningkatkan kualitas baca tulis masyarakat.

Menurut dia saat ini kajian, aplikasi, dan pengembangan literasi masih terbatas. Untuk itu perlu wadah agar bisa saling bertukar pikiran sehingga muncul gagasan-gagasan baru demi terwujudnya masyarakat yang literat.

“Dengan adanya pertemuan penulis ini dapat memberikan ruang bagi penulis dalam memperbaiki karyanya setelah melewati proses penilaian oleh Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbud dari segi konten, bahasa, grafika, dan penyajian. Nantinya karya mereka dapat digunakan sebagai media bagi pengajar atau pegiat literasi untuk menebarkan semangat literasi di Indonesia,” harap Dadang.

Baca Juga :   Nomor Induk Siswa Dihapus, Kini Pakai Nomor Induk Kependudukan