Beranda Inspirasi Hasilkan 140 Karya Buku, Penulis Literasi Raih Penghargaan

Hasilkan 140 Karya Buku, Penulis Literasi Raih Penghargaan

323
0
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy memberikan penghargaan kepada 129 penulis yang telah menghasilkan 140 karya tulis literasi. (foto: Kemdikbud)

SahabatGuru – Penulis literasi adalah pelukis masa depan bangsa. Karya mereka akan memberi pencerahan dan membawa masa depan Indonesia yang lebih cemerlang. Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy saat memberikan penghargaan kepada 129 penulis di Jakarta.

“Saya mengucapkan selamat kepada para penulis yang telah mendapatkan penghargaan di dalam penulisan bahan bacaan literasi, baca-tulis dalam gerakan literasi nasional,” ucap Mendikbud kepada penerima penghargaan, saat menutup Pertemuan Penulis Bahan Bacaan Literasi Baca-Tulis Tahap II, Jumat (19/10/2018) lalu.

Para penulis tersebut telah menghasilkan 140 karya tulis yang kaya akan nuansa lokal dan keanekaragaman tema. Mereka menulis bertemakan arsitektur, kuliner, tokoh, lanskap perubahan perdesaan dan perkotaan, bahasa, dan cerita tentang anak Indonesia.

Baca Juga :   Menghidupkan Kembali Dolanan Bocah Tempo Dulu: Sensasi atau Substansi?

Menariknya, para penulis itu tidak hanya piawi menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan, namun mereka juga memiliki kecakapan berbicara di depan forum. Kemampuan menulis dan berbicara di depan forum, menurut Mendikbud, hanya dimiliki oleh orang dengan kecerdasan yang luar biasa.

“Kemampuan menulis dan berbicara ini harus dimulai dari pendampingan di keluarga. Dari keluarga bisa ditanamkan tradisi untuk membiasakan membaca dan menulis, dan memupuk keberanian berbicara di depan forum,” tutur Mendikbud seperti dikutip Kemdikbud.go.id.

Muhadjir mengungkapkan dengan hasil karya tulis yang dihasilkan para penulis dapat membuka wawasan anak bangsa. Karya mereka akan membawa masa depan Indonesia lebih cemerlang.

“Dengan demikian, tidak salah bila saya sampaikan penulis bacaan literasi adalah pelukis masa depan bangsa. Untuk itu, sekali lagi selamat dan jangan berhenti menulis. Teruslah berkarya untuk memajukan bangsa,” katanya berpesan,

Baca Juga :   Pesan Mendikbud Untuk Pelajar Indonesia di Arab

Pada tahun 2017, gerakan membaca pada mulanya hanya berlaku di sekolah. Dalam perkembangannya, gerakan itu mulai menggeliat pada keluarga dan masyarakat. Literasi, jika kita merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bermakna ‘kemampuan menulis dan membaca’.

“Hanya literasi tidak hanya dipahami sebagai kemahiran membaca dan menulis. Lebih jauh lagi, literasi harus dipahami tentang bagaimana kita mampu memanfaatkan hasil bacaan itu sebagai kecakapan hidup dan untuk kehidupan ke depan yang lebih baik,” jelas Muhadjir.

“Tidak hanya itu yang ingin kita capai, kita juga ingin mendukung kualitas karakter dan kompetensi individu masyarakat yang lebih baik. Oleh karena itu, enam literasi dasar baca-tulis, numerasi, sains, digital, finansial, budaya dan kewarganegaraan harus kita kuasai,” terang Mendikbud.

Baca Juga :   Layani Literasi Masyarakat, Kabupaten Ini Raih Penghargaan Kihajar 2018