Beranda Berita Anak di Palu Tetap Sekolah, Kemendikbud Bangun 333 Sekolah Darurat

Anak di Palu Tetap Sekolah, Kemendikbud Bangun 333 Sekolah Darurat

332
0
Mendikbud Muhadjir Effendy saat meninjau Palu yang terkena bencana gempa dan tsunami. Siswa yang terdampak bencana masih belajar di tempat darurat. (foto: istimewa)

SahabatGuru – Kegiatan belajar-mengajar di Palu tidak boleh terhenti meski mengalami bencana gempa dan tsunami. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sedang membangun 333 unit sekolah darurat untuk mengakomodasi kegiatan belajar-mengajar bagi siswa-siswi di Palu, Sigi, Donggala dan wilayah Sulawesi Tengah yang rusak akibat gempa.

“Kami menyiapkan 333 unit sekolah darurat berkapasitas tujuh ruang,” kata Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Poppy Dewi Puspitasari di Jakarta, Rabu lalu.

Poppy seperti dikutip Tempo.co mengatakan UNICEF akan memberikan sekitar ratusan tenda berstandar internasional untuk membangun sekolah darurat. Saat ini, kata dia, satu tenda sudah berdiri di Patebo dan 20 unit tenda sedang dipersiapkan.

Baca Juga :   Seleksi CPNS Bersih Dari Joki dan Calo

“Tenda masih dalam perjalanan nanti distribusinya tentunya setelah kita melakukan pendataan,” ujarnya.

Gempa yang mengguncang Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Moutong pada 28 September 2018 menyebabkan sekitar 186 ribu peserta didik di 1.724 satuan pendidikan dari jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, SMK terdampak. Ada pun tiga daerah terparah yang terdampak adalah Kota Palu, Donggala, dan Sigi.

Sampai saat ini sudah teridentifikasi 22 guru yang meninggal dan 14 orang hilang. Selain itu ada siswa, guru dan pegawai dinas pendidikan yang mengungsi di gunung maupun ke luar Sulawesi Tengah

“Kemungkinan banyak siswa yang terseret tsunami saat mengikuti gladi resik festival palu nomoni dan ada Bible Camp yang terhisap lumpur di Jono Oge Kabupaten Sigi,” kata dia.

Baca Juga :   PPDB Zonasi Selesaikan Masalah Ketidakmerataan Guru

Kemendikbud juga melakukan sejumlah langkah darurat penanganan gempa di Sulawesi Tengah antara lain aktivasi dan pengelolaan pos pendidikan, distribusi makanan, air mineral, susu, makanan bayi, obat-obatan, selimut, termasuk bahan bakar minyak sebanyak 17 truk dan didistribusikan kepada tenaga kependidikan.

Tak hanya itu. Siswa juga didata. Termasuk fasilitas pendidikan dan kebudayaan, serta pendidik dan tenaga kependidikan. Kemendikbud membentuk satuan tugas yang berpusat di LPMP Sulteng.

Berdasarkan data Kemendikbud, total jumlah peserta didik Kabupaten Donggala, Parigi Moutong, Sigi, Palu sebanyak 256.836 orang. Namun jumlah keseluruhan peserta didik yang terdampak masih dalam penghitungan.

Sedangkan jumlah sekolah terdampak sebanyak 422 sekolah dengan rincian, yaitu lima sekolah PAUD, 161 SD, 45 SMP, 89 SMA, 74 SMK, dan empat sekolah luar biasa. Sementara sebanyak 79 guru dan tenaga kependidikan terdampak berdasarkan data per 8 Oktober 2018.

Baca Juga :   Ini Jadwal Penting Pelaksanaan UN SMA 2019