Beranda Berita Sistem UNBK Akan Digunakan untuk Ujian Seleksi CPNS

Sistem UNBK Akan Digunakan untuk Ujian Seleksi CPNS

292
0

SahabatGuru – Sistem Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) ternyata tidak hanya dijalani para siswa. Guru-guru yang mengawasi UNBK pun bakal menjalani tes yang sama.

Ya, sistem ujian pada seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2018 dilakukan dengan berbasis komputer atau computer assisted test (CAT). Seleksi CAT untuk menyelesaikan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).

Seleksi ini akan meminimalkan kecurangan. Kelulusan juga menggunakan nilai ambang batas (passing grade). Nilai SKD memiliki bobot 40 persen.

Para peserta akan mengerjakan 100 soal yang terdiri dari Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) sebanyak 35 soal, Tes Intelegensia Umum (TIU) 30 soal, dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) 35 soal. Dengan sistem modern ini, dipastikan tidak lagi ada ‘titipan’.

Baca Juga :   Simulasi Lancar, DIY Siap Laksanakan UNBK 2019

Badan Kepegawaian Negara (BKN) bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan memanfaatkan sistem UNBK. Sekolah-sekolah penyelenggara UNBK akan menjadi tempat uji seleksi CPNS sehingga memudahkan dan meringankan beban peserta, khususnya pembiayaan terkait transportasi.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy seperti dikutip kemdikbud.go.id, mengatakan, saat ini hampir tidak ada kabupaten atau kota di Indonesia yang tidak terjangkau jaringan Kemendikbud. Selain jaringan, Kemendikbud juga berperan dalam penyediaan soal-soal yang digunakan untuk seleksi.

“Tinggal nanti ada modifikasi saja. Bila selama ini digunakan untuk UNBK, kini dipakai untuk tes CPNS,” kata Mendikbud di Jakarta, Selasa (2/10/2018).

Meski memanfaatkan sistem UNBK, koordinasi semua sistem seleksi CPNS tetap berada di bawah BKN.

Baca Juga :   Ini Syarat Bagi Guru Honorer yang Ingin Lolos Tes CPNS

“Jadi satu sistem terdiri dari sub-sub sistem. Ada yang menggunakan aplikasi BKN, ada yang UNBK. Jadi dengan UNBK, tempat ujinya bisa di sekolah-sekolah penyelenggara UNBK,”terang Totok Suprayitno, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud.

Totok menambahkan, penentuan daerah dan sekolah yang akan menjadi lokasi ujian tergantung pada pemetaan yang dilakukan BKN. Pemetaan lokasi ujian oleh BKN bisa dilakukan setelah semua data peserta masuk.

“Sekarang belum ditentukan daerah mana saja. Nanti BKN akan memetakan dari peserta yang masuk, tinggalnya di mana saja, lalu dipetakan mana yang (ujian) di tempat UNBK, mana yang pakai (aplikasi) BKN. Nanti dipetakan bersama BKN, tidak bisa dipetakan sekarang,” ujar Totok.

Baca Juga :   Ada Gugus Tugas, PPDB 2019 Lancar