Beranda ADIRESY Upaya Meningkatkan Kemampuan dan Membangun Dedikasi Guru

Upaya Meningkatkan Kemampuan dan Membangun Dedikasi Guru

153
0

SahabatGuru – Guru tidak pernah berhenti belajar. Saat murid menimba ilmu dari sang guru, bukan berarti mereka yang berdiri di depan kelas tidak meningkatkan kemampuannya.

Perkembangan ilmu dan teknologi yang kian pesat menjadikan guru selalu belajar. Mereka harus meng-up grade kemampuannya. Tidak hanya menambah ilmu tapi juga belajar bagaimana dirinya bisa mengajar secara lebih menyenangkan.

Kehidupan sosial yang berubah dan berkembang menuntut guru untuk belajar bahwa metode mengajar pada dua atau tiga dekade sebelumnya berbeda dengan masa sekarang. Anak-anak zaman dulu dididik dengan suasana kelas yang tenang. Mereka lebih bisa menangkap pelajaran saat kelas senyap dan hanya suara guru yang terdengar.

Sebaliknya anak-anak ‘zaman now’ berharap pelajaran Matematika disampaikan secara menyenangkan. Suasana menyenangkan tidak berarti kelas cenderung gaduh tetapi guru bisa membuat murid menikmati pelajaran yang disampaikan.

Hal yang perlu diperhatikan pula bagaimana guru bisa menciptakan menciptakan situasi pendidikan sebagai tempat pembangunan karakter (character building) bagi anak didik yang unggul dan berprestasi.

Baca Juga :   Masalah Siswa Sekolah di Era Digital

Saat memberikan pelatihan peningkatan kualitas guru, Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara (YPAN) sangat memperhatikan pentingnya dedikasi guru sebagai sosok yang mampu menginspirasi para siswa memiliki cita-cita, mimpi dan semangat belajar. Hal itu yang disampaikan melalui program Workshop AdiRESy (Adiluhung Retooling Education System) di Ponorogo, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

Pelatihan Joyful Learning dan Matematika Smart diikuti guru TK/PAUD, SD dan SMP. Yang mengesankan, pelatihan selama tiga hari itu diikuti 1.045 guru. Ada 350 guru TK/PAUD yang mengikuti Joyful Learning. Sedangkan 350 guru SD dan 345 guru SMP mengikuti Matematika Smart.

Pelatihan dari YPAN mampu membuka pikiran para guru. Mereka seolah mendapat pencerahan dan memahami bahwa banyak kekurangan pada dirinya selama menjadi pendidik. Meski sudah 25 tahun mengajar, tetapi para guru menyadari mereka harus meningkatkan kemampuan dan kualitas.

“Apa yang disampaikan menjadi bekal bagi kami untuk membawa perubahan pada anak didik. Selama mengikuti pelatihan, saya makin menyadari banyak kekurangan sebagai guru. marilah kita sebagai guru mendidik anak-anak dengan baik dan sebagai amal kita,” tutur Tety Handayani, S.Pd., pengajar di SDN Bareng, Ponorogo.

Baca Juga :   Seru, Story Telling Pelatihan Adiresy Untuk Guru TK-PAUD Boyolali

Pendidikan Meningkat

Pelatihan guru yang berkualitas pada gilirannya bisa meningkatkan kualitas guru dan sekolah. Dari guru yang berkualitas akan melahirkan para murid yang berkualitas.

“Pada akhirnya kualitas pendidikan di Ponorogo akan meningkat. Bila pelatihan ini diterapkan di sekolah, sisa-siswa akan makin bersemangat dan proaktif dalam belajar sehingga otomatis akan berdampak pada kompetensi siswa. Dan, siswa yang baik terlahir dari guru-guru hebat dan profesional,” ujarnya.

 

Guru sesungguhnya juga dihadapkan pada kondisi kejenuhan saat mengajar dengan metode yang tidak berubah dari tahun ke tahun. Mereka hanya monoton saja saat mengajar Matematika.

“Kondisi ini kerap membuat guru malas-malasan saat mengajar. Mereka mengajar secara monoton dan konvensional. Akibatnya tidak hanya guru yang malas, tetapi murid juga bosan saat menghadapi pelajaran Matematika,” kata Wiji Suprapto, S.Pd., pengajar di SDN 3 Trisono.

Saat mendapatkan pelatihan yang memberikan sebuah terobosan yang menyegarkan, guru sepeerti kembali termotivasi. Wiji menuturkan pelatihan itu memberi ilmu baru bagaimana menyampaikan pelajaran secara menyenangkan. Dan, itu yang diharapkan dari anak-anak ‘zaman now’.

Baca Juga :   Mudah dan Menyenangkan, Inilah Matematika ADIRESY

“Kami mendapat tambahan ilmu. Selama ini kami dihadapkan pada anak-anak yang jenuh karena pelajaran disampaikan secara monoton dengan metode konvensional. Bila apa yang disampaikan dari pelatihan ini bisa diterapkan di kelas, saya yakin anak-anak bakal makin bersemangat belajar,” kata Wiji.

Rasa kantuk yang menghinggapi guru saat mendapat pelatihan pun sirna. Mereka sangat antusias mengikuti pelatihan sampai selesai.

Ini yang memotivasi para peserta untuk mengikuti pelatihan dari YPAN. Mereka berharap pelathan itu kembali dilaksanakan di kotanya.

Hanya, keinginan itu belum bisa terpenuhi. Pelatihan itu belum bisa kembali dilaksanakan di kota yang sama. Pasalnya kota-kota lain juga menunggu giliran diadakannya pelatihan.

Pelatihan dari YPAN tersebut memang menunjang program pmerintah untuk meningkatkan dan memeratakan mutu pendidikan para guru di berbagai daerah. Tidak hanya satu jenjang tapi semua jenjang pendidikan.

 

Komentar