Beranda Berita Menpan RB Jelaskan Soal Guru Honorer dan Seleksi CPNS

Menpan RB Jelaskan Soal Guru Honorer dan Seleksi CPNS

144
0
Menpan RB Syafrudin menyampaikan lokasi pelaksanaan SKD dan SKB diharapkan tidak jauh dari domisili pelamar CPNS. (foto: Kemenpen RB)

SahabatGuru – Tidak semua guru honorer bisa mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018. Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Syafruddin mengungkapkan guru honorer yang memenuhi syarat mengikuti seleksi sesungguhnya hanya sekitar 13.300 orang.

 

Padahal jumlah guru honorer di seluruh Indonesia sesungguhnya tidak sedikit. Pasalnya, banyak sekolah yang mengalami kekurangan tenaga pengajar. Kekurangan guru tidak hanya di sekolah-sekolah di pelosok tetapi juga di kota-kota.

Untuk mengatasi kekurangan itu, kepala dinas atau kepala sekolah memutuskan merekrut guru honorer. Meski sudah ada UU Aparat Sipil Negara (ASN), yakni UU Nomor 5 Tahun 2014, namun rekrutmen itu tetap dilakukan. Bahkan kadang pengangkatan tersebut tanpa sepengetahuan bupati atau kepala daerah. Alhasil, ada ekses berkepanjangan soal guru honorer.

 

“Sesuai Undang-undang ASN, tak boleh ada lagi rekrutmen guru atau aparat sipil negara honorer. Pasalnya rekrutmen ASN dilakukan melalui seleksi yang kredibel, akuntabel, dan transparan. Syarat-syaratnya juga jelas, sebagaimana diatur oleh Peraturan Pemerintah Nomor 11 tahun 2017. Ini fakta yang harus diketahui masyarakat,” ujar Menpan RB dalam diskusi terbatas dengan pengurus Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) di Jakarta, Jumat (28/9/2018).

 

Menurut Syafruddin para pegawai honorer baik itu guru, perawat atau pegawai administrasi yang direkrut secara ‘tidak resmi’ itu tidak bisa diakomodir lagi bila didasarkan pada dua landasan rekrutmen ASN, yakni UU dan PP yang berlaku.  Meski demikian,pemerintah tetap tidak mengabaikan mereka. Para guru honorer yang tidak memenuhi persyaratan seleksi CPNS bisa mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

 

“Pemerintah punya kebijakan dengan pertimbangan tidak menafikan jasa dan keringat mereka. Kita membuka peluang para tenaga honorer yang tak memenuhi syarat ikut seleksi CPNS dengan mengikuti seleksi P3K. Seleksi P3K dilakukan untuk mereka yang usianya di atas 35 tahun, para tenaga profesional, dan diaspora. Ini yang PP-nya sedang digodok,” kata Syafruddin.

Tahun ini, pemerintah merekrut 238.015 CPNS yang terdiri dari 51.271 pegawai di instansi pusat dan 186.744 untuk pegawai di daerah. Jumlah CPNS untuk instansi pusat akan ditempatkan di 76 kementerian/lembaga. Untuk CPNS di instansi daerah ditempatkan di 525 pemerintah daerah kabupaten atau kota.

 

Untuk mengatasi kekurangan tenaga pendidik, pemerintah memprioritaskan posisi tersebut. Bahkan dalam rekrutan tahun ini, hampir separuhnya diperuntukkan tenaga pendidik.

Rekrutmen CPNS untuk guru, dosen, dan guru agama atau madrasah sebanyak 112 ribu, dan 60 ribu untuk tenaga kesehatan seperti dokter, perawat, bidan, dan apoteker.

Facebook Comments

Baca Juga :   Ironis, PP P3K Dinilai Melukai Guru Honorer

Komentar