Beranda Berita Pemerintah Berikan Solusi Persoalan Guru Honorer

Pemerintah Berikan Solusi Persoalan Guru Honorer

552
0
Mendikbud Muhadjir Effendy menyampaikan sistem zonasi pendidikan tetap akan dievaluasi sehingga bisa diterapkan dengan baik. Sistem itu tetap diterapkan untuk memeratakan kualitas layanan pendidikan. (foto: istimewa)

SahabatGuru – Pemerintah tetap akan memberi perhatian kepada guru honorer. Bila tidak memenuhi persyaratan untuk penerimaan CPNS 2018 karena faktor usia misalnya, guru honorer tetap akan diberi kesempatan mengabdi kepada negara. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyampaikan pemerintah akan memberikan solusi terhadap persoalan guru honorer. Menurut Mendikbud masa depan mereka tetap menjadi perhatian pemerintah.

“Alhamdulillah sore ini sudah ada solusi untuk mengatasi masalah tentang posisi guru, terutama guru honorer. Mudah-mudahan ini adalah solusi yang terbaik,” tutur Mendikbud, Jumat (21/9/2018).

Mendikbud mengimbau agar para guru honorer tidak lagi melakukan kegiatan di luar tugas profesionalnya sebagai guru. Mereka diimbau tetap fokus mengajar di sekolah.

Baca Juga :   Guru Korban Gempa di Lombok Dapat Tunjangan Khusus

“Dengan kerendahan hati saya mohon kepada para guru untuk kembali ke sekolah masing-masing, untuk membina, mengasuh, mengantar, dan mengajar anak-anak didik kita. Tetap fokus mengajar di sekolah karena aspirasi sebagai guru honorer, Insya Allah sudah diperhatikan pemerintah dan sudah dicarikan jalan keluarnya,” jelas Mendikbud seperti dikutip dari kemdikbud.go.id.

Pemerintah memberikan solusi dengan memberikan kesempatan para guru honorer berusia lebih dari 35 tahun melalui pengangkatan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK atau P3K). Proses seleksi PPPK  dilakukan setelah selesainya seleksi CPNS tahun 2018.

“Untuk para guru honorer yang tidak memenuhi syarat karena usia, pintu alternatifnya melalui seleksi PPPK, dengan kualitas tetap diutamakan,” terang Mendikbud.

Baca Juga :   100 Ribu Anak Sekolah dan 20 Ribu Guru Terdampak Tsunami di Sulawesi Tengah

Dengan solusi yang diberikan pemerintah tersebut, Mendikbud mengimbau kepada pemerintah daerah dan kepala sekolah untuk tidak lagi mengangkat guru honorer.

“Kemendikbud sudah mengirimkan surat kepada pemerintah daerah untuk tidak lagi ada pengangkatan guru honorer. Sesuai arahan Bapak Presiden tidak boleh lagi pemerintah daerah dan kepala sekolah mengangkat guru honorer,” ujar Mendikbud.

Mendikbud mengajak pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat dapat bekerja sama dalam memberikan perhatian terhadap berbagai permasalahan, termasuk masa depan guru. “Semua ini tidak boleh lepas dari kerja sama dan dukungan berbagai pihak dalam menyelesaikan masalah dan memikirkan masa depan guru,” pungkas Mendikbud.