Beranda Berita Rhenald Kasali Peringatkan Soal Generasi Stroberi

Rhenald Kasali Peringatkan Soal Generasi Stroberi

766
0

SahabatGuru – Generasi stroberi atau strawberry generation harus menjadi perhatian. Kemunculan generasi muda yang terlihat menjanjikan tetapi sesungguhnya sangat lemah justru harus diwaspadai.

Motivator yang juga pemerhati ekonomi, pendidikan dan sosial Rhenald Kasali mengungkapkan generasi stroberi tak ubahnya sebagai generasi yang rapuh. Mereka dengan mudah putus asa dan menyerah.

“Ini sungguh memprihatinkan menyaksikan anak yang makin lembek. Mereka tak ubahnya buah stroberi yang indah dan menawan. Buah itucakep kalau dilihat, tapi lembek sehingga mudah robek. Dari luar terlihat manis, tapi masam kalau dirasakan. Itu adalah ilustrasi dari generasi stroberi. Sebuah bagian dari suatu generasi yang rapuh meski terlihat indah,” kata Rhenald.

Baca Juga :   Dunia Kita Tergantung Pikiran, Hati dan Niat Kita

Guru besar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini tak berharap generasi muda Indonesia menjadi bagian dari generasi stroberi. Generasi yang menurutnya penuh dengan gagasan kreatif tetapi mudah menyerah dan gampang sakit hati (rapuh). Padahal, Rhenald tegaskan kesuksesan tidak bisa diraih melalui jalan pintas.

Di sini pentingnya mewujudkan pendidikan yang berbasis pada sikap moral dan tindakan. Artinya, pendidikan diorientasikan membentuk generasi yang memiliki integritas tinggi dalam berperilaku baik. Mereka juga bertindak nyata dalam mengatasi berbagai problematika yang dihadapinya, baik dalam kehidupannya sendiri, orang lain, atau masyarakat.

“Dengan cara ini, tidak akan muncul generasi stroberi. Kita mewujudkan generasi seperti layaknya menjadi garuda yang tangguh. Generasi yang mampu terbang tinggi dalam mengatasi segala keterbatasannya, dan mampu membawa perubahan kemajuan yang nyata bagi bangsa,” ujar Rhenald yang menekankan pentingnya pembentukan karakter.

Baca Juga :   Peringati Hari Guru Sedunia, Kemendikbud Gelar Lokakarya

Menurut dia sesungguhnya tidak ada yang salah pada pendidikan kita. Tapi yang penting adalah mengajarkan self regulation sejak dini.

“Sejak berada di taman bermain, anak-anak sudah diajarkan bagaimana mengontrol diri. Bagaimana anak tidak mengganggu orang lain. Di situ mulai terbentuk karakternya,” jelasnya.