Beranda Berita Bila Murid Cemas dan Takut Dengan Guru Matematika

Bila Murid Cemas dan Takut Dengan Guru Matematika

352
0

 

SahabatGuru – Penting bagi para guru bila pelajaran matematika masih menjadi hal yang menakutkan. Repotnya tidak hanya pelajaran yang susah, tetapi gurunya juga tidak sabar menjelaskannya.

Bagi penyuka pelajaran itu dan tak pernah menghadapi kesulitan dalam berhitung dan memecahkan rumus, matematika bukanlah pelajaran yang menakutkan. Bisa jadi, mereka lebih enjoy ketimbang menghafal pelajaran sejarah yang dianggap bikin pusing.

Tapi tak sedikit murid yang selalu cemas saat guru matematika memasuki pintu kelas. Keringat dingin kian besar bila yang mengajar mudah naik pitam.

Hanya tidak menutup kemungkinan murid sudah merasa takut duluan dengan pelajaran matematika yang kemudian menganggap gurunya sosok yang galak. Padahal sang guru sudah cukup sabar menerangkan pelajaran.

Baca Juga :   Seleksi CPNS Bersih Dari Joki dan Calo

Mengajar matematika memang memiliki tantangan tersendiri. Bagaimana agar murid tak menjadikan matematika sebagai pelajaran yang menyenangkan.

Peran guru sangatlah penting. Terutama bagi murid yang menempatkan guru sebagai figur utama. Ada anak didik yang merasa lebih mudah menerima pelajaran karena menyukai gurunya.

Marlenon, guru SD di Keluing Taja, Kabupaten Melawi, menuturkan guru matematika ditakuti oleh anak didiknya karena menggunakan ilmu pasti saat menerangkan pelajaran. Akibatnya murid mengalami kesulitan.

Padahal guru sesungguhnya bisa menjelaskan pelajaran secara menyenangkan. Murid bisa dimudahkan mempelajari matematika.

Pelatihan Adiluhung Retooling Education System (AdiRESy) dengan program Smart Teaching Indonesia bisa mendorong guru bagaimana mengajar matematika tanpa membuat murid dibayangi rasa cemas karena tidak bisa memahaminya.

Baca Juga :   Penuhi Kebutuhan Pasar, Kudus Kembangkan 12 Sekolah Vokasi

Oleh Yayasan Pendidkan Adiluhung Nusantara (YPAN), program dari AdiRESy sudah dilaksanakan di berbagai kota di seluruh Indonesia. Rencananya pelatihan itu dilaksanakan di seluruh kabupaten di Indonesia.

“Banyak pengajar matematika yang ditakuti anak-anak karena guru menggunakan ilmu pasti. Guru matematika bukan harus galak dan ditakuti. Dari trainer mengajak agar anak mencintai guru matematika dengan teknik menghitung nilai yang kecil,” kata Marlenon yang mengajar di SDN 05 Keluing Taja.

Bagi guru di daerah pelosok seperti di Melawi, Kalimantan Barat ini, diadakannya pelatihan seperti yang diberikan AdiRESy menjadi sangat penting. Para pengajar memperoleh hal-hal baru dan menarik untuk diimplentasikan dalam proses belajar mengajar saat kembali berdiri di depan kelas.

Baca Juga :   Mendikbud Berharap Siswa Bisa Berprestasi Sampai Olimpiade

Perjalanan yang harus ditempuh dalam waktu tiga sampai empat jam menjadi tidak sia-sia. Apalagi bagi guru yang rela menginap demi bisa mengikuti pelatihan tersebut.

“Kami seperti mendapat pencerahan. Ini anugerah yang luar biasa bagi guru. materi yang disampaikan bisa membantu pengembangan guru. Pelatihan seperti sangat penting bagi guru di daerah. Demi mengikuti pelatihan ini, ada rekan guru yang sampai menginap agar tidak ada yang terlewatkan,” ujarnya.