"Ir. M. Hatta Rajasa lahir di kota Palembang 18 Desember 1953, pada tahun 1973 berhasil menyelesaikan study di Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai  Insinyur Teknik Perminyakan, sekarang menjabat sebagai Menko Perekonomian dan sebagai Ketua Umum PAN"


Memperingati ulang tahun ke 50 Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa, Ketua Fraksi PAN Tjatur Sapto Eddy menghadiahi Hatta Rajasa dengan acara pentas wayang bertajuk Parikesit Jumeneng Ratu, dengan Dalang Ki manteb Sudharsono, didampingi pelawak Kirun, pada Sabtu malam, 28 Desember 2013 lalu, di dusun Talang, desa Rejoso, Kecamatan Mojorembun, Kabupaten Nganjuk. Acara yang dipandu oleh Eko Patrio, anggota DPR PAN putra Nganjuk, ini dihadiri oleh ribuan warga Nganjuk dan sekitarnya.

 

“Kenapa acaranya di Rejoso? Ini merupakan tafsir kami sebagai kader PAN, bahwa ada kaitan genealogis antara nama belakang Rajasa dengan dusun Rejoso. Mengingat, orangtua Pak Hatta adalah di kampung Jejawi, sebuah kampong Jawa di Palembang,” ujar Ketua Fraksi PAN Tjatur Sapto Eddy, disambut tepuk tangan dan riuh suara hadirin dalam acara tersebut.

Bagi Pak Hatta, acara pentas wayang merupakan kebudayaan yang sarat dengan makna dan ajaran. Wayang sendiri, bagi Pak Hatta, merupakan dunia pendidikan informal bagi bangsa Indonesia. Mengingat wayang merupakan wujud pendidikan, sebelum pentas wayang dimulai, Hatta Rajasa sempat berbagi visinya mengenai dunia pendidikan kepada Sahabatguru.com.  

Dalam visinya, Pak Hatta mengatakan, master plan percepatan pembangunan perekonomian indonesia, terdiri dari 3 pilar, yaitu sumber daya manusia, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Ia meyakini , kemajuan bangsa indonesia tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya alamnya. Tapi, justru ditentukan oleh sumber daya manusianya yang unggul. “Kekuatan kita sebagai Bangsa, ada pada sumber daya manusia yang unggul,” tandas Menko Perekonomian ini.

Bagi Pak Hatta, di tengah kondisi manusia Indonesia yang sekarang sedang mendapat double bonus demografi usia produktif, harus diisi dengan penguasaan atas ilmu pengetahuan dan teknologi. Sedini mungkin, anak-anak harus dikembangkan sistem pendidikannya. “Guru-guru juga harus berkualitas,” pesannya tegas.

Menurut Hatta Rajasa, sumber daya manudia adalah kekuatan paling utama yang dimiliki bangsa ini. Sehingga, pendidikan harus jadi prioritas utama. Jika sekarang, anggaran untuk pendidikan sudah mencapai 20%, bagi Hatta Rajasa masih belum cukup. Sebab, pemerintah masih perlu memberi beasiswa kepada anak-anak berkualitas, tapi tidak punya kemampuan. “Untuk menjadi bangsa yang unggul, harus menjadi bangsa yang berinovasi. Untuk mendapatkan manusia yang berinovasi, kita harus mencetak manusia-manusia yang berilmu pengetahuan,” tandasnya.

Sampai kapan pun, Pak Hatta beranggapan bahwa Guru adalah Pahlawan. pengabdian guru di tempat yang paling terpencil sekalipun, adalah pahlawan. Ia sangat memberikan respek yang luar biasa kepada para guru. “Kewajiban pemerintahlah yang harus selalu memperhatikan kesejahteraan dari para guru,” ujarnya keras.


Ahmad Janan Febrianto | Thowaf Zuharon

Video Pembelajaran Sahabat Guru